Risiko dari Metode Operasi Pengecilan Lambung Bariatrik

Metode Operasi Pengecilan Lambung

Pembedahan operasi pengecilan lambung adalah metode yang saat ini banyak dipilih sebagai cara untuk mengurangi penyakit yang disebabkan oleh obesitas. Metode ini dinilai jauh lebih efektif dan aman daripada metode sedot lemak seperti yang Anda kenal sebelumnya. Metode bariatrik adalah pembedahan atau modifikasi terhadap lambung dan usus halus atau pemasangan alat penyekat di lambung agar pola makan dan jumlah konsumsi menjadi berkurang secara signifkan.

Metode bariatrik memang menarik dan cukup efektif, namun apakah Anda tahu resiko operasi pengecilan lambung bariatrix tersebut?

Metode Operasi Pengecilan Lambung

Akan tetapi, pembedahan bariatrik bukan berarti tanpa risiko yang mungkin akan Anda tanggung. Karena dalam setiap operasi besar pasti akan menimbulkan dampak komplikasi pada tubuh dalam proses setelah operasi. Dalam metode ini lambung Anda akan diangkat lebih dari separuhnya, dan akan ada proses penyambungan dengan usus halus bila Anda memilih menggunakan seperti gastric bypass.

Risiko Metode Operasi Pengecilan Lambung Bariatrik

Metode Operasi Pengecilan Lambung terpercaya

Risiko pembedahan bariatrik harus benar-benar Anda perhitungkan sebelum memulai operasi. Pastikan kondisi tubuh Anda sehat dan tidak kekurangan vitamin atau pun gizi apa pun. Karena setelah operasi, jumlah makanan yang Anda konsumsi akan turun secara signifikan termasuk nilai gizi dari makanan yang dapat diserap oleh tubuh Anda. Ha ini disebabkan oleh penyambungan langsung lambung ke usus halus. Berikut beberapa risiko bedah bariatrik.

Komplikasi jangka panjang

Penyakit komplikasi pada organ tubuh Anda akan sangat mungkin terjadi pasca operasi bariatrik. Oleh karena itu, penanganan operasi pada dokter dan spesialis bedah terpercaya adalah kunci dari operasi bariatrik ini. Setelah operasi Anda akan hidup dengan sisa seperemat lambung di perut, dan itu mungkin akan cukup menggangu bila Anda tidak segera terbiasa dengan hasil dari metode bariatrik.

Kekurangan gizi dan anemia

Manusia dapat hidup dengan nurtrisi dalam tubuhnya yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Dalam metode bariatrik, Anda akan kehilangan cukup banyak fungsi lambung sebagai organ penyerap nutrisi makanan. Hanya 20% hingga 30% lambung Anda yang dapat diandalkan dalam mengolah makanan dan menyerap gizinya.

Kurangnya kemampuan tubuh untuk mengolah makanan yang dikonsumsi akan mengakibatkan risiko kurang gizi dan anemia akut. Nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi akan meningkatkan jumlah produksi darah dalam tubuh, bilamana makanan tersebut tidak memenuhi asupan standar maka sangat mungkin Anda akan mengidap anemia.

Metode pembedahan bariatrik mungkin akan menjadi solusi terbaik dalam mengurangi jumlah penderita obesitas. Namun, Anda harus benar-benar memperhatikan risiko dari operasi bariatrik, sehingga Anda dapat hidup dengan sehat pasca operasi. Agar Kemudian Anda bisa menghindari beberapa resiko buruk tersebut, sebaiknya dan sebisa mungkin ada konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli yang akan mengerjakan pembedahan bariatrik.

Indonesia mungkin tidak banyak dokter yang bisa mengerjakan itu dan salah satu rekomendasinya adalah Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp.B-KBD yang sudah berpengalaman lama. Dokter tersebut Praktek di Rumah Sakit Sumber Waras dan juga Pondok Indah. Anda bisa cek kontak dan detail penawaran lain di situs resminya bedahobesitas.id.